PUTUSAN KPPU PERKARA NOMOR 08/KPPU-L/2018

Surabaya (23/5) – KPPU melalui Majelis Komisi yang terdiri dari Harry Agustanto, S.H., M.H. sebagai Ketua Majelis Komisi; Ukay Karyadi, S.E., M.E. dan Dr. M. Afif Hasbullah, S.H., M. Hum. masing-masing sebagai Anggota Majelis, telah selesai melakukan pemeriksaan terhadap Perkara Nomor 08/KPPU-L/2018 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat dalam Industri Jasa Freight Container (Uang Tambang) pada Rute Surabaya Menuju Ambon oleh 4 Perusahaan Pelayaran yang berstatus sebagai Terlapor, yaitu:

  1. Terlapor I, PT Tanto Intim Line;
  2. Terlapor II, PT Pelayaran Tempuran Emas, Tbk;
  3. Terlapor III, PT Meratus Line;
  4. Terlapor IV, PT Salam Pasific Indonesia Lines;

Adapun ketentuan Undang-Undang yang diduga dilanggar oleh para Terlapor adalah Dugaan Pelanggaran Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999.

Majelis Komisi memutuskan Terlapor I, Terlapor II, Terlapor III dan Terlapor IV terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 dan menghukum ke empat Terlapor tersebut untuk membayar denda dengan total denda sebesar Rp 20.791.000.000,- (dua puluh miliar tujuh ratus sembilan puluh satu juta rupiah) yang harus disetor ke Kas Negara sebagai setoran pendapatan denda pelanggaran di bidang persaingan usaha. Majelis Komisi juga memerintahkan Terlapor I, Terlapor II, Terlapor III dan Terlapor IV untuk menghentikan perilaku penyesuaian tarif freight container sebagaimana dimaksud Pasal 47 ayat (2) huruf c Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999.

Selain menjatuhkan sanksi denda kepada Terlapor, Majelis Komisi merekomendasikan kepada Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut agar melakukan penataan terhadap industri pelayaran agar terjadi persaingan usaha yang sehat. Bahwa apabila pelaku usaha dalam industri pelayaran tersebut dalam menjalankan usahanya tidak menerapkan prinsip persaingan usaha yang sehat maka pihak Pemerintah diharapkan untuk meninjau ulang ijin usaha perusahaan pelayaran tersebut.