KPPU Surabaya Apresiasi Langkah Dini Pemerintah dan Bulog Redam Kenaikan Harga Bahan Pangan

Sidoarjo (9/1) РUpaya Pemerintah dan Bulog dalam menjamin ketersediaan dan keterjangkauan komoditas pangan terus dilakukan. Perum Bulog Divisi Regional (Divre) V Jawa Timur di awal tahun ini secara khusus melaksanakan kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilitas Harga (KPSH) Beras Medium dan beberapa komoditas pangan strategis lainnya ke pasar tradisional (Rabu, 9 Januari 2018).

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh KPD KPPU Surabaya, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur beserta jajarannya, Satgas Pangan Polda Jatim, Bank Indonesia Jatim, dan BPS Jatim  ini Bulog Jatim mendistribusikan 10 truk yang berisi beras premium, gula pasir, tepung terigu, dan minyak goreng ke Pasar Wonokromo, Pasar Pucang, Pasar Genteng, Pasar Keputran, dan Pasar Tambah Rejo di Surabaya, Pasar Larangan, Pasar Krian dan Pasar Sukodono di Sidoarjo dan Pasar Manyar dan Pasar Kebomas di Gresik.

Kepala KPD KPPU Surabaya, Dendy R. Sutrisno menyampaikan dukunganya terhadap pelaksanaan kegiatan ini. “Kami sangat mengapresiasi langkah-langkah antisipatif yang dilakukan Pemerintah dan Bulog dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan” ujar Dendy.

Meski bersifat short term, namun langkah ini dapat dijadikan sinyal kepada pasar bahwa negara hadir untuk memastikan setidaknya 2 (dua) hal. Pertama, pasokan aman, sehingga tidak ada justifikasi pelaku usaha untuk menahan pasokan dan menaikkan harga. Kedua, bagi konsumen terdapat alternatif pilihan bahan pangan sesuai dengan kualitas dan daya belinya.

Dalam kesempatan ini Dendy mengapresiasi usulan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Heru Tjahjono mengenai uji tanak beras Bulog. “Benar sekali apa yang disampaikan pak Sekda, uji tanak di depan publik ini perlu dilakukan untuk meyakinkan masyarakat bahwa beras yang di distribusikan Bulog tidak sekedar terjangkau harga dan layak pangan, tapi juga mempunyai kualitas yang bagus” ungkap Dendy.

Lebih lanjut Dendy menekankan pentingnya mengantisipasi pergeseran preferensi konsumen. “Kami yakin bila Bulog berhasil mengubah mindset konsumen secara massive terhadap kualitas beras yang di distribusikanya, sedikit banyak akan dapat menahan dan bahkan memenuhi / menangkap peluang pergeseran preferensi konsumen yang saat ini mulai bergerak dari medium ke premium” tutup Dendy. (ED)