Sosialisasi Persaingan Usaha Sehat di Universitas Trunojoyo Madura

SONY DSC     SONY DSC

Mahasiswa Fakultas Hukum Univesitas Trunojoyo Madura secara antusias hadir mengikuti acara Sosialisasi Persaingan Usaha Sehat yang diselenggarakan oleh KPPU Surabaya pada tanggal 4 November 2016 bertempat di Gedung Graha Utama Universitas Trunojoyo Madura.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua KPPU, R. Kurnia Syaranie menyampaikan sejarah singkat berdirinya KPPU sebagai lembaga pengawas persaingan usaha di Indonesia, serta pokok-pokok tugas dan kewenangan KPPU. Kurnia juga menyampaikan terima kasih kepada para mahasiswa yang telah hadir dalam acara sosialisasi tersebut, dan kepada para mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura yang telah berkenan untuk magang di KPD Surabaya. Hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan minat mahasiswa untuk memahami ilmu hukum persaingan usaha dengan benar.
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura, Tholib Effendi. Dalam kesempatan yang sama beliau menyampaikan bahwa para peserta yang hadir merupakan mahasiswa penempuh mata kuliah konsentrasi hukum bisnis yang akan mengambil mata kuliah persaingan usaha di semester mendatang. Tholib juga menyampaikan bahwa pihaknya sangat mengharapkan kerjasama antara Universitas Trunojoyo Madura dengan KPPU dituangkan secara resmi dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU).
Hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut Komisioner KPPU, Munrokhim Misanam. Beliau memaparkan teori persaingan usaha yang sehat serta konsep ‘no growth without competition’. Munrokhim juga menjelaskan beberapa peran KPPU antara lain dalam mengeluarkan saran pertimbangan terkait industri penerbangan di Indonesia, serta putusan KPPU tentang kartel SMS. Di sektor kesehatan, saat ini KPPU juga telah memberikan saran pertimbangan kepada pemerintah terkait kewajiban apotek untuk memberi informasi kepada konsumen tentang pilihan obat yang memiliki komponen aktif dan kekuatan yang sama dengan obat yang diresepkan oleh dokter. Selain itu, berdasarkan informasi yang diberikan oleh pihak apotek, konsumen berhak untuk memilih obat mana yang sesuai. Saran pertimbangan tersebut rencananya akan mulai disosialisasikan kepada masyarakat mulai tahun 2017 mendatang.